Skinwalker
Stockholm Syndrome
Stockholm Syndrome, kita sering mendengar istilah ini ketika menonton berita tentang penculikan. Tapi, apa sebenarnya Stockholm Syndrome ini?
Stockholm Syndrome adalah kondisi di mana seseorang merasakan simpati atau pun rasa nyaman dengan si penculik selama dia ditahan oleh sang penculik. Bisa di bilang terbentuknya ikatan emosional dengan si penculik dan membuat sang korban merasa bersimpati kepada si penculik.
Kondisi ini membuat mereka tidak mencoba untuk melarikan diri tapi memberikan kesempatan atau bahkan si korban akan membuat si penculik mendapatkan keringanan atau bahkan tidak di hukum sama sekali atas apa yang mereka lakukan.
Awalnya istilah Stockholm Syndrome muncul untuk menggambarkan apa yang terjadi kepada korban perampokan bank pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia, Yang di mana, sebagian besar karyawan bank yang di sandra menjadi simpatik kepada para perampok dan malah menolak meninggalkan para perampok dan berusaha membela mereka. Mereka bahkan menolak untuk bersaksi dan mengumpulkan uang untuk membantu para perampok. Itu semua bisa terjadi karena mereka sudah menjalin ikatan emosional kepada para perampok.
Sebenarnya Stockholm Syndrome sangat jarang terjadi. Menurut perkiraan The Federal Bureau of Investigation hanya kurang dari 8% dari korban penculikan yang menunjukkan bukti perilaku Stockhlom Syndrome ini.
Seseorang dengan Stockholm Syndrome biasanya memiliki perasaan yang sedikit membingungkan kepada pelaku, seperti:
- Cinta
- Simpati
- Empati
- Keinginan untuk melindungi mereka
- Berada dalam situasi yang penuh emosi dalam waktu yang terlalu lama.
- Berada di ruangan yang sama dengan si penyandra dengan kondisi yang kurang baik(Kekurangan makanan, lingkum ruangan yang tidak nyaman).
- Adanya ketergantungan dari si sandra kepada si penyandra untuk memenuhi kebutuhan dasar.
- Tidak mendapatkannya ancaman yang mengancam nyawa.
- Si penyandra memperlakukan para sandra dengan baik atau menahan diri mereka untuk tidak menyakiti para sandra.
- Menjadi mudah terkejut.
- Menjadi sulit mempercayai orang lain, termasuk teman, keluarga, maupun pihak berwajib yang bermaksud menolong mereka
- Sering mendapatkan kilas balik
- Tidak bisa merasakan kesenangan ketika melakukan hal yang sebelumnya bagi dirinya menyenangkan
- Mudah marah
- Sering bermimpi buruk
- Sulit berkonsentrasi
- Merasa tidak mampu unruk melakukan terapi yang dapat membuatnya terlepas dari Syndrome yang di deritanya
- Merasa bahwa penyandranya baik
- Mendukung si pelaku dan alasan dari si pelaku melakukan penyandraan
Daftar Pustaka:
https://en.wikipedia.org/wiki/Stockholm_syndrome
https://www.verywellmind.com/stockholm-syndrome-5074944
https://www.webmd.com/mental-health/what-is-stockholm-syndrome
Haphephobia
Haphephobia, Istilah yang terdengar aneh dan asing di telinga kita tapi mari simak bersama karena ini termasuk phobia yang sangat menarik.
Haphephobia atau bisa juga di sebut sebagai Aphenphosmphobia / Chiraptophobia / Trixophobia adalah phobia langkah yang di karenakan rasa takut ketika menyentuh atau di sentuh. Orang yang mengidap phobia Haphephobia akan merasa bahwa sentuhan dari seseorang terasa sangat kuat bahkan menyakitkan bagi mereka.
Untuk beberapa orang yang mengidapnya, rasa takut akan sentuhan akan sangat terasa ketika yang menyentuh adalah lawan jenis atau bisa jadi malah takut dengan sentuhan dari semua orang tanpa terkecuali keluarga dan teman sendiri.
Ketakutan akan di sentuh atau pun menyentuh orang lain ini sering dikaitkan dengan ketakutan akan serangan sexual. Itu semua karena laporan dari seseorang bernama Michell Dorais bahwa banyaknya korban dari pelecehan sexual takut disentuh. Para korban itu mengatakan bahwa sentuhan yang mereka merakan seakan seperti rasa sakit terbakar.
Yang membedakan seorang Haphephobia dan seseorang yang hanya sekadar tidak suka dengan sentuhan adalah ketika mendapatkan sentuhan fisik seperti berpelukan misalnya, akan membuat mereka meringis kesakitan dan merasa lumpuh karena ketakutan berlebih yang mereka rasakan ketika mendapatkan sentuhan yang tidak mereka inginkan. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi mereka yang menderitanya.
Biasanya reaksi fisik terhadap sentuhan yang pengidap Haphephobia rasakan, yaitu:
- Serangan panik
- Gatal-gatal
- Pingsan
- Mual
- Hiperventilasi
- Sensasi tersedak
- Merasa terjebak
- Berkeringar
- Merasakan sensasi seperti kesemutan
- Gemetaran
Walaupun begitu tentu saja gejala yang di derita setiap orang bisa saja berbeda beda bersadarkan tingkat keparahannya. Bisa saja beberapa dari pengidap Haphephobia dapat sedikit mengendalikan perasaan takut mereka untuk beberapa orang tertentu yang benar-benar bisa mereka percaya. Bisa juga mereka memberikan pengecualian dengan berinisiatif untuk menyentuh duluan untuk memberikan izin kepada orang yang mereka percayai. Atau bisa jadi mereka benar-benar tidak bisa di sentuh sama sekali karena tidak bisa mengendalikan perasaan takut berlebih mereka.
Untuk khasus yang lebih parah, seseorang dengan phobia sentuhan ini bisa saja malah mendapatkan phobia lainnya seperti Agoraphobia, phobia akan keramaian yang sudah di bahas sebelumnya, karena mereka menghindari situasi di mana bisa saja mereka bersentuhan dengan orang lain entah secara sengaja atau pun tidak.
DSM-5 / Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, tidak mengakui Haphephobia sebagai gangguan dengan kondisi yang berbeda. Haphephobia di golongkan dalam Phobia spesifik / Phobia terhadap objek atau situasi tertentu.
Penyebab jelas dari Haphephobia masih belum di ketahui namun di temukan beberapa faktor yang mungkin saja menjadi penyebabnya seperti phobia spesifik lainnya, yaitu:
- Riwayat keluarga, apakah ada anggota keluarga yang juga memiliki phobia atau gangguan kecemasan lainnya yang membuat kemungkinan seseorang mengembangkan phobia ini.
- Pengalaman traumatis, apakah pernah mengalami serangan sexual atau trauma lainnya yang dapat berperan dalam munculnya phobia ini, seperti pengalaman negatif yang berkaitan dengan sentuhan.
Dan penelitian menunjukkan bahwa wanita dua kali lebih beresiko untuk memiliki phobia spesifik seperti Haphephobia dari pada pria.
Sekian, Terimakasih.
Daftar Pustaka:
https://en.wikipedia.org/wiki/Haphephobia
https://www.healthline.com/health/haphephobia#diagnosis
https://www.verywellmind.com/haphephobia-fear-of-touch-2671748
Sleep Paralysis
Sleep Paralysis atau sering di bilang dengan fenomena ketindihan merupakan fenomena yang termasuk parasomnia atau gangguan tidur. Biasanya seseorang yang mengalami fenomena ini akan terbangun dalam kondisi tubuh yang sulit di gerakkan dan tidak bisa berbicara. Apakah kalian pernah mendengar ataupun mengalaminya?
Ketika mengalami Sleep Paralysis biasanya seseorang akan mengalami semacam halusinasi seperti mendengar suara bisikan, melihat sesosok asing di dalam kamar dan merasakan sesak seakan di tindih oleh sesuatu. Sleep Paralysis adalah hal yang normal terjadi bahkan hampir semua orang di seluruh dunia pernah mengalaminya.
Jadi, sebenarnya kita memiliki 2 tahapan ketika tertidur yaitu, Non-REM Sleep dan REM Sleep. Istilah REM sendiri merupakan singkatan dari Repeat Eye Movement yaitu kondisi ketika mata bergerak secara acak ketika kita memejamkan mata ketika sedang tidur.
Non-REM Sleep juga masih memiliki 3 tahapan lagi sebelum akhirnya kita bisa masuk ke tahap akhir yaitu REM Sleep, yaitu:
- Falling Asleep, tahap awal di mana mata baru saja menutup. Pada tahap ini tubuh seseorang akan mulai mengalami penurunan aktifitas. Organ-organ tubuh akan mulai melambat. Namun, pada tahapan ini seseorang masih mudah terbangun dari tidurnya.
- Light Non-REM Sleep, pada tahapan ke dua ini merupakan tahapan sebelum seseorang menuju ke tahap tidur nyenyak/deep sleep. Pada tahap ini lah napas, nadi dan otot akan mulai melemah, suhu tubuh akan menurun dan gerakan mata mulai terhenti. Namun, tahap ini adalah tahap yang paling banyak di ulang di bandingkan tahap lainnya untuk beberapa orang.
- Deep Non-REM Sleep/Deep Sleep, adalah tahapan ketika seseorang memasuki fase tidur nyenyak. Pada tahap inilah tubuh akan mulai memproduksi neurotransmitter bernama "Glisin" yang memicu paralysis pada tubuh yang membuat otot tubuh sepenuhnya tidak bisa di gerakkan, kecuali otot Involunter seperti jantung dan paru-paru. Fungsinya untuk mencegah seseorang membahayakan dirinya sendiri ketika sedang tidur dengan memperagakan apa yang mereka lakukan di dalam mimpi. Biasanya akan sangat sulit di bangunkan jika seseorang sudah memasuki tahap ini.
Baru lah setelah itu mereka bisa masuk ke tahap REM.
REM terjadi setelah seseorang akan mulai bermimpi. Ketika seseorang terbangun secara tiba-tiba pada tahap ini, ada kemungkinan tubuh mereka masih dalam kondisi Paralysis yang membuat tubuh mereka tidak bisa di gerakkan. Halusinasi yang tercipta juga itu karena mereka terbangun di tengah fase REM yang di mana pada fase ini mereka seharusnya sedang bermimpi. Mimpi ini seakan-akan keluar dari dalam kepala sehingga membuat seseorang berhalusinasi. Seperti melihat sosok hantu di hadapannya, misalnya.
Sleep Paralysis bukan lah fenomena yang berbahaya, namun jika terjadi terlalu sering dapat menyebabkan kekurangan tidur atau memancing gangguan tidur lainnya seperti Narkolepsi.
Sleep Paralysisi juga bisa terjadi jika seseorang yang mengalaminya juga memiliki gangguan kecemasan atau PTSD. Jika karena hal itu akan di butuhkan perawatan khusus seperti terapi dan mengonsumsi obat-obatan tertentu agar bisa mengurangi terjadinya Sleep Paralysis.
Sekian, terimakasih.
Daftar Pustaka:
https://www.youtube.com/watch?v=RIueE4gPX1A
https://www.youtube.com/watch?v=qRqwk2nyN1A
https://itjen.kemdikbud.go.id/webnew/covid19/kenali-fase-tidur-kita/
Pyromania
Credit for Image: https://pin.it/3FiDf9M
Pyromania, Istilah yang cukup asing terdengar di telinga, bukan? Apa itu Pyromania? Kenapa seseorang bisa menjadi seorang Pyromaniac?
Istilah Pyromania sendiri terdiri dari 2 kata yaitu Pyro yang berarti api, dan Mania yang menjelaskan hal tidak terkendalu dan tidak logis. Pyromania sebenarnya adalah kelainan psikologis yang cukup jarang terjadi.
Pyromania sendiri merupakan suatu gangguan mental yang ditandai dengan munculnya dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya.
Seorang Pyromaniac sangat suka membakar, mengamati bahkan berniat menyentuh api berkali-kali. Bahkan tergadang mereka juga menyimpan ataupun mengoleksi benda-benda yang berhubungan dengan api lainnya. Mereka melakukannya hanya sekedar untuk kepuasan dari kecemasan mereka begitu api dinyalakan.
Namun, Pyromaniac berbeda dengan Arsonis, hal itu di karena kan Pyromania merupakan gangguan kejiwaan sementara Arsonis adalah tindak kriminal. Walaupun begitu belum ada penelitian yang bisa mendukung hal ini.
Menurut DSM-5/Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental. Pyromaniac merupakan sebuah gangguan pada kontrol impuls, yaitu tidak mampunya seseorang untuk menahan dorongan destruktif.
Seseorang bisa di katakan seorang Pyromaniac ketika sengaja menyalakan api lebih dari satu kali, memiliki ketertarikan yang sangat kuat pada api dan perlengkapannya, merasakan kesenangan dan kepuasan dari melihat api serta menggunakan api untuk menghilangkan stress.
Gejala dari pengidap Pyromania
- Gejala dari Pyromania ini ditandai dengan satu-satunya tujuan dari bermain api ini sekadar untuk kesenangan dari melihat api. Mereka bisa melihat api selama berjam-jam tanpa mengalihkan pandangan mereka dari api itu sama sekali. Memikirkan rencana untuk melakukan pembakaran pada waktu dan tempat, dan melakukan hal itu sekadar untuk kesenangan semata. Namun, mereka tidak pernah berfikir untuk menyakiti siapapun dan mengambil keuntungan dari pembakaran yang mereka lakukan. Dengan kata lain tidak memiliki motif kejahatan sama sekali.
- Mereka juga menunjukkan ketertarikan akan peralatan yang di gunakan untuk memadamkan kebakaran. Tapi, bukan berarti seorang pemadam kebakaran adalah seorang Pyromaniac, karena belum tentu mekerka memilih pekerjaan itu hanya karena untuk menyalurkan kesukaan mereka terhadap api dan memadamkan kebakaran.
- Mereka akan terlihat sangat tenang, dan terlihat percaya diri pada saat terjadinya kebakaran di lingkungan sekitar mereka.
- Ketertarikan yang sulit di jelaskan dengan hal-hal yang berkaitan dengan api, bacaan dengan tema api, cara mengendalian dan pemadaman kebakaran.
- Mereka akan hadir di tempat di mana mereka bisa melihat kebakaran terjadi hanya untuk melihatnya.
- Merasakan rangsangan secara sexual yang sangat mencolok saat melihat kobaran api.
- Memiliki pemikiran obsesif yang konstan tentang api.
- Ketika sebelum, dan selama pembakaran terjadi mereka akan bersikap afektif dan terlihat tidak terkontrol.
- Fanatik terhadap api, mengagumi, bahkan mendewakan api, dan menganggap bahwa api yang berkobar bagaikan tarian yang indah dan cantik.
Pyromania pada anak-anak
Ah... aku juga baru tahu hal ini ketika mencari referensi untuk menulis artikel ini.
Pyromania dapat di alami anak kecil, terutama ketika mereka memasuki usia 3 tahun. Walaupun sebelumnya mereka terlihat tidak tertarik pada api, namun ketika memasuki usia 3 tahun mereka akan sangat tertarik dan mungkin mereka akan sangat suka memainkan korek api, membakar koran bacaan ayahnya, atau sekadar melihat api di lilin yang bergerak gerak.
Ini memang bukan tanda-tanda dari pyromania pada anak kecil sampai mereka meneruskan ketertarikan ini walaupun seharusnya mereka tidak akan tertarik lagi setelah mencoba untuk menyalakan api sendiri karena rasa penasaran mereka. Hanya pengidap Pyromania saja yang akan tetap setia menyukai bermain dengan api ini walaupun mereka sudah bertumbuh menjadi anak yang lebih besar.
Hanya anak-anak pengidap Pyromania yang hampir semua permainannya berkaitan dengan menyalakan dan memadamkan api entah itu secara langsung maupun tidak langsung.
Hal yang harus di pahami adalah bermain dengan api bukan hanya sebuah keinginan biasa namun juga permainan yang menyanangkan bagi anak-anak yang mengidapnya. Itu semua karena pada balita rasa takut akan bahaya belum cukup berkembang sehingga mereka tidak mengerti hal bahaya apa yang bisa mereka bawa untuk diri mereka sendiri dan orang sekitar mereka.
Hal ini akan semakin parah dan menjadi lebih berbahaya ketika mereka beranjak remaja. Karena remaja akan cenderung akan melakukan apa yang mereka tahu jelas bahwa itu tidak boleh di lakukan, hal ini di gunakan hanya untuk memancing rasa semangat dan agar terlihat keren di mata teman-teman mereka. Namun kecenderungan pada remaja ini tidak bisa di masukkan ke dalam Pyromania.
Para psikolog berpendapat bahwa kombinasi dari gairah abnormal untuk melakukan pembakaran dan kekejaman terhadap hewan ketika mereka masih kecil atau pun beranjak dewasa akan sangat memungkin membuat mereka melakukan kekerasan dan berperilaku agresif kepada orang lain ketika sudah dewasa.
Pada dasarnya penyebab dari Pyromania ini masih belum di ketahui walaupun sudah di temukan gejala pada setiap pengidapnya. Pyromania sering jerjadi dengan latar belakang gangguan obsesif-komplusif. Hal ini karena adanya kesadaran ketika melakukan pembakaran yang di lakukan tanpa tujuan atau pun keuntunga yang di dapat. Itu semua terjadi karena mereka tidak bisa menahan hasrat implusif mereka.
Pyromania juga dapat di amati dengan latar belakang kerusakan otak organik, yang membuat penderitanya kehilangan kemampuan untuk mengendalikan tindakan mereka.
Itu lah penjelasan sekilas mengenai Pyromania, seseorang yang memiliki obsesi berlebihan terhadap api.
Sekian Terimakasih.
Daftar Pustaka:
https://www.halodoc.com/artikel/kenali-pyromania-yang-termasuk-dalam-gangguan-kontrol-impuls
MBTI
MBTI, kita sudah cukup familiar dengan istilah ini, tapi apa MBTI itu?
- Introversion(I) VS Extraversion(E),
- Intuitive(N) VS Sensory(S)
- Thinking(T) VS Feeling(F)
- Judging(J) VS Perceiving(P)
- Loyal dan mengabdikan diri untuk orang lain
- Fleksibel, santai, kreatif namun memegang teguh prinsip mereka.
- Sangat sensitif dan kompleks, mereka tidak suka bekerja dengan rutinitas dan lebih mementingkan hasil akhir.
- Selalu ingin berkembang dan tidak ingin diam di temat.
- Sering menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan atau tidak tercapainya hal yang di targetkan.
- Terlalu baik atau malah bisa jadi terlalu keras kepada orang lain.
- Kurang tegas dan juga kurang terbuka.
- Ahli dalam mengatur strategi dan melihat gambaran secara global.
- Menyukai tantangan teoritis yang rumit.
- Menghargai nilai pengetahuan dan efisiensi.
- Mampu menyerap teori yang kompleks dan terdorong untuk menciptakan keteraturan dan struktur dari teori abstrak.
- Mudah terbawa perdebatan yang tidak penting dan kurang menghargai orang lain serta cukup sulit mengungapkan suatu hal dengan benar.
- Tidak peka dan kurang berempati.
- Berorientasi pada masa depan dan berfikir secara kompleks dan mendalam.
- Berkomitmen, penuh ide, perfeksionis serta pendiam.
- Terkadang mereka mengekspresikan hal yang di anggap kurang ramah dan berempati.
- Tidak suka berurusan dengan hal yang rinci dan sulit.
- Mereka menyadari potensi yang ada pada diri mereka.
- Sering overtingking dan berfikiran negatif.
- terlalu memaksakan diri untuk hal yang tidak bisa mereka kerjakan.
- Mereka kreatif, berwawasan, cerdas serta berbakat.
- Menilai pengetahuan dan kompetensi di atas segalanya.
- Memiliki standar yang sangat-sangat tinggi atas kinerja yang mereka terapkan untuk diri mereka sendiri.
- Pencari kebenaran dan membawa prinsip yang teguh.
- Kehidupan utama mereka berada pada pikiran mereka dan mungkin mereka terlihat melepaskan diri dan kurang tertarik terlibat dengan orang lain.
- Mereka kurang memahami dan mengerti perasaan orang lain.
- Kurang tertarik untuk menemukan ide dan mewujudkan teori abstrak yang mereka pikirkan.
- Mereka stabil, praktis dan tidak suka bekerja dengan pemikiran yang abstrak.
- Sangat jeli dan memahami perasaan orang lain.
- Mereka kaya akan informasi dan bekerja keras dalam waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
- Mereka juga memegang nilai keamanan dan juga tradisi hidup secara damai.
- Mereka merupakan tipe orang yang sulit mengatakan tidak ketika mereka merasa tidak suka dan juga kurang antusias ketika melakukan berbagai hal.
- Sering terjebak zona nyaman dan kurang tertarik mencoba hal baru.
- Mereka menyukai pergerakan yang lambat, hal yang di lakukan saat ini dan memiliki kesadaran yang mendalam.
- Tidak suka berurusan dengan hal yang teoritis dan memiliki pemikiran yang konkret.
- Mereka tipe yang setia dan loyal kepada banyak orang.
- Mereka memiliki sifat individualistis dan tidak memiliki keinginan untuk mengikuti siapapun dan tidak suka berorganisasi.
- Mereka cukup takut akan penolakan dan juga konflik.
- Menjunjung nilai tradiri dan mampu bekerja keras menyelesaikan tugas tepat sesuai dengan waktunya.
- Mereka sering di sebut berkepribadian ganda, walaupun sebenarnya tidak.
- Mereka sangat menyukai teori abstrak dan melihat aplikasi praktis.
- Merupakan seorang pemimpin yang alami.
- Suka bekerja sendiri namun tetap bekerja dengan baik didalam tim.
- Merupakan sosok yang stabil, praktis, dan berorientasi pada keluarga.
- Mereka kurang bisa memahami perasaan orang lain dan tidak begitu ahli dalam mengendalikan keinginan mereka untuk mendominasi orang lain secara berlebihan.
- Sering memiliki pemikiran negatif mengenai orang lain.
- Kurang terbuka terhadap perubahan.
- Memiliki kecenderungan terus menerus mengumpulkan fakta tentang lingkungan yang ada.
- Memiliki kemampuan yang baik dalam menerapkan logika.
- Mereka lebih suka belajar dengan langsung di praktekkan.
- Mampu menguasai teori dan pemikiran yang abstrak.
- Memiliki personality yang cukup kompleks.
- Kurang pandai dalam mengendalikan perasaan dan mengekspresikannya.
- Sering mencari kesalahan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
- Sering menyimpan informasi yang seharusnya di bagikan kepada orang lain.
- Mereka tidak menyukai rutinitas yang berorientasi pada hal yang detai dalam menyelesaikan tugas.
- Merupakan seorang pemimpin dan memiliki kepercayaan yang tinggi.
- Mereka menginginkan hal yang teratur dan jelas di masa depan mereka.
- Merupakan pribadi yang cukup tidak sabaran dengan sesuatu yang mereka anggap tidak efisien dan tidak suka jika hanya harus berpatok pada rencana dan ingin segera menyelesaikannya dengan cepat.
- Mereka merupakan pribadi yang lumayan tegang dan cukup perfeksionis.
- Mereka juga gampang emosi dan cukup arogan.
- Mereka merasa senang ketika bisa membantu dan menunjukkan semangat yang tinggi.
- Walaupun terlihat suka bercanda mereka merupakan pemikir yang logis dan rasional serta fleksibel dan cerdas.
- Mereka sangat senang memperdebatkan suatu masalah dan membuktikannya.
- Mereka juga merupakan orang yang fleksibel dan multi talenta.
- Mereka seorang pemimpin yang baik dan tidak memaksa, serta menghargai pengetahuan serta kompetensi setiap orang.
- Mereka orang yang senang bergerak dan sangat aktif.
- Mereka terkadang akan menjadi cukup menyebalkan dan ingin menang sendiri.
- Terlalu suka memperdepatkan hal yang kurang penting dan kurang disiplin.
- Kurang perhatian dan kurang waspada sehingga menjadi terlalu optimis.
- Mereka pribadi yang sangat hangat dan senang memegang nilai atau perasaan tentang orang lain.
- Memegang nilai harmoni dan memiliki keterampilan yang sangat baik.
- Mereka cenderung membenci hal-hal berbau logika impersonal dan analistik.
- Mereka merupakan orang yang loyal dan jujur serta kreatif dan imajinatif.
- Mereka menyukai tantangan baru dan sensitif terhadap kritik serta perpecahan.
- Mereka tidak begitu suka untuk masuk ke dalam permasalahan orang lain.
- Sering mengukur harga diri dengan memperlakukan orang lain dan mudah merasa kecewa jika tidak terjadi hal yang mereka inginkan.
- Merupakan pribadi yang berorientasi pada proyek.
- Cerdas dan mampu serta pribadi yang hangat membuat banyak orang tertarik kepada dirinya.
- Mereka sangat intuitif dan perseptif tentang orang lain.
- Dapat bekerja sama dan memiliki keterampilan komunikasi verbal yang baik.
- Mereka cenderung mendapatkan kebutuhan orang lain dibanding diri mereka sendir.
- Mereka bukan pribadi yang mudah fokus dan juga kurang disiplin, kurang tegas dan konsisten.
- Kurang memikirkan kebutuhan dirinya sendiri.
- Pribadi yang lumayan boros.
- Tidak terbiasa menghadapai konflik dan permasalahan, dan malah memilih kabur dan menutupinya.
- Orang yang sangat loyal, terorganisir dan bisa di andalkan.
- Merupakan anak teladan dan menciptakan hal yang damai dan rapih serta stuktural dan tidak melenceng.
- Mereka cenderung menempatkan kebutuhan orang lain dan sangat baik dalam memberikan perawatan praktis.
- Mereka kurang suka berteori tentang masa depan dan hanya foksu mengerjakan apa yang bisa di lakukan pada saat ini.
- Mereka cenderung mengorbankan diri mereka untuk orang lain, namun lupa tentang diri mereka sendiri.
- Mengukur harga diri mereka dari perilaku dan pujian yang orang lain berikan kepada mereka.
- Mereka cenderung melarikan diri dari tanggung jawab hidup dan malah menghindari konflik yang seharusnya di hadapi.
- Mereka memiliki pemikiran yang realistis serta praktis dan hanya berfokus pada masa sekarang.
- Merupakan pribadi yang spontan dan jarang merencanakan segala sesuatu yang harus mereka lakukan.
- Tidak begitu menyukai teori yang panjang namun tahu bagaimana caranya menyenangkan orang lain.
- Mereka merupakan sosok yang memiliki keterampilan yang cukup baik.
- Kurang pandai dalam menghadapi kritikan dan lebih memilih untuk melarikan diri.
- Cenderung materialis dan mengukur segalanya dengan uang.
- Merupakan seorang pemimpin dan pelindung alami.
- Mereka memiliki standar aturan yang cukup kaku dan tradisional.
- Mereka suka berolahraga.
- Mereka merupakan kepribadian yang suka menciptakan ketertiban dan sangat teliti.
- Sangat erterus terang dan juga jujur.
- Mereka sering mengontrol dan memaksakan orang lain.
- Tidak begitu baik dalam pengendalian amarah.
- Mereka tidak menyukai hal yang abstrak dan serba cepat serta energik.
- Mereka jarang bekerja dengan perencanaan dan senang melakukan hal yang berkaitan dengan keterampiln.
- Merupakan pribadi yang menyenangkan dan sangat jeli.
- Fleksibel dan banyak akal.
- Kurang bisa memahami perasaan orang lain dan kurang sabaran.
Anxiety Disorder
Anxiety adalah sebuah istilah yang mungkin sering terdengar di telinga kita. Kita sering berfikir bahwa seseorang yang berkata bahwa dirinya mengidap Anxiety dan menjadikan alasan kenapa mereka sering merasa takut akan suatuhal yang sebenarnya sepele untuk kita itu hanya lah sebuah alasan. Tapi, apa sebenarnya Anxiety itu? Dan kenapa seseorang dapat mengidapnya?
Anxiety berasal dari bahasa latin Angere yang berarti tercekik atau tercekat. Gangguan Anxiety adalah keadaan ketika kita merasakan ketegangan yang berlebihan atau tidak pada tempatnya dan di tantai oleh rasa khawatir, cemas, dan rasa takut yang tidak menentu dan berlebihan pada saat yang tidak tepat. Biasanya hal ini di sebut Anxiety Disorder atau gangguan kecemasan.
Apakah ini hal yang normal untuk di alami? Normal, sangat normal, sebagai contoh ketika kalian melihat berita yang di siarkan di televisi mengenai kasus pembunuhan yang baru saja terjadi, atau kasus kriminal lainnya yang membuat kalian merasa takut dan khawatir, itu sangat normal. Namun, akan menjadi berbahaya dan perlu di waspadai ketika hal itu muncul tanpa sebab yang jelas dan tidak terkendali, ini lah yang dapat di sebut gangguan kecemasan tadi, karena hal ini timbul bukan karena reflek untuk pertahanan diri, namun muncul begitu saja tanpa sebab dan mengganggu aktifitas si penderita.
Yang perlu di ingat adalah, Anxiety Disorder muncul secara tiba-tiba dan tidak terkendali.
Anxiety di bedakan menjadi 2, yaitu Anxiety normal dan Anxiety berbahaya. Anxiety normal adalah perasaan cemas yang kita rasakan ketika kita menghadapi situasi menegangkan, dan menakutkan di mulai dari hal sesederhana pindah sekolah, atau menunggu pengumuman nilai kelulusan, sampai hal yang cukup sulit seperti keluarga yang tertimpa musibah atau ingin menjalani sebuah operasi. Kecemasan itu akan sangat normal di rasakan pada saat-saat itu, karena berada di saat yang tepat dan masih bisa kita kendalikan.
Namun, berbeda dengan Anxiety berbahaya yang sangat wajib untuk di waspadai karena kita akan tetap merasakan rasa cemas ini meskipun pemicu dari rasa cemas itu telah usai atau yang lebih parahnya muncul begitu saja tanpa faktor pemicu sama sekali dan ini malah mengganggu aktifitas kita. Hal ini lah yang patut di waspadai dan di curigai.
Semua orang yang menderita Anxiety Disorder memiliki gejala yang berbeda tergantung dengan jenis kecemasan yang mereka derita. Jika merasa bahwa kita menderita Anxiety, kita harus segera memeriksanya ke psikolog atau psikiater untuk mengetahui apakah ini hanya kecemasan biasa atau Anxiety Disorder.
Anxiety ada beberapa jenis seperti:
- Generalized Anxiety Disorder, merasa cemas dan khawatir secara berlebihan terhadap hal-hal umum seperti, Pekerjaan, kesehatan, dan berinteraksi dengan orang lain. Anxiety jenis ini dapat di rasakan setiap hari dan menetap hingga 6 bulan yang menyebabkan si penderita kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini juga akan membuat penderita cepat merasa lelah, tegang, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, merasa sesak dan mengalami kesulitan untuk bisa terlelap.
- Phobia, gangguan kecemasan yang ini dapat menyebabkan penderitanya takut berlebihan kepada hal-hal yang tidak biasanya di takuti oleh orang normal seperti benda tertentu, warna, hewan, atau situasi tertentu. Misalnya, cicak, patung, darah, berada di tempat terbuka/ramai, berada di ruangan tertutup dan sempit, kegelapan dan ketinggian.
- Phobia Sosial, rasa takut dan cemas berlebih terhadap lingkungan sosial atau ketika berinteraksi dengan orang lain. Phobia Sosial bisa di alami penderita karena merasa selalu di awasi dan dinilai oleh orang lain sehingga membuat si penderita menghindari keramaian.
- PTSD/Post Traumatic Stress Disorder, gangguan kecemasan ini biasanya di alami korban setelah mengalami kejadian traumatis/berada di situasi berbahaya yang mengancam nyawa yang membuat mereka sangat sulit untuk melupakan pengalaman tidak menyenangkan itu dan sering terlintas kembali di benak mereka/saat bermimpi membuat mereka merasa bersalah, terisolasi walaupun semua itu sudah terjadi cukup lama.
- Gangguan Panik, ini terjadi secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Gangguan ini akan muncul kapan saja dan terjadi secara tiba-tiba dan dapat berulang kali. Si penderita dapat memprediksi kapan gangguan ini akan terjadi dan apa juga yang memicunya, membuat mereka dengan cepat menghindari pemicu tersebut sebelum kambuh karena takut akan terjadi lagi.
- OCD/Gangguan Obsesif Kompulsif, penderita OCD akan melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meringankan rasa cemas yang mereka rasakan yang di awali oleh pikiran mereka sendiri. Gangguan ini sangat sulit untuk dikendalikan, bersifat menetap dan dapat kambuh kapan saja dan menganggu aktifitas, Contoh dari OCD adalah sangat sering mencuci tangan dalam waktu yang berdekatan karena takut akan kuman atau berfikir bahwa tangan mereka masih kotor.
Agoraphobia
Agoraphobia, mungkin banyak yang merasa asing dengan istilah ini.
Agoraphobia adalah gangguan kecemasan yang terjadi pada penderitanya ketika sang penderita berada di tempat yang dipenuhi manusia. Berada di tempat terbuka dan ramai dapat membuat seorang penderita Agoraphobia merasakan kecemasan dan ketakutan berlebihan yang membuatnya merasakan panik dan tidak aman. Karena ketakutan ini membuat penderitanya cukup kesulitan jika di haruskan berada di tempat umum yang ramai dan harus di temani orang yang mereka percayai, agar merasa lebih tenang dan aman.
Agoraphobia dapat menyerang remaja dan orang dewasa terutama wanita. Ada beberapa faktor kenapa seseorang dapat mengidap Agoraphobia, yaitu:
- Adanya gangguan lain yang di alami oleh penderita seperti Claustrophobia, fobia sosial, dan gangguan obsesif-kompulsif.
- Pernah mengalami pengalaman traumatis seperti pelecehan sexual, atau kekerasan seksual.
- Penyalahgunaan zat terlarang
- Sejarah keluarga dan lingkungan
Semicolon
Semicolon atau tanda baca titik koma umumnya di kenal sebagai tanda baca yang di gunakan untuk jeda kalimat dan pemotongan pada suatu daftar. Jika pada sebuah cerita novel, semicolon digunakan oleh para penulisnya untuk mengakhiri kalimat, namun pada akhirnya para penulis memuluskan untuk melanjutkan cerita pada novel yang di tulisnya.
Namun, dari beberapa tahun yang lalu, simbol ini digunakan oleh para penderita gangguan mental sebagai simbol perjuangan mereka dalam menghadapi gangguan mental yang mereka miliki. Mengingatkan mereka bahwa mereka pernah untuk mengakhiri perjalanan mereka, namun mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkannya. Amy Bleuel adalah orang pertama yang mengaitkan simbol tanda baca ini dengan kesehatan mental.
Dia pun mendirikan sebuah organisasi mendirikan organisasi nonprofit bernama Project Semicolon pada April 2013. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang berjuang mengatasi gangguan mental, depresi, bunuh diri, kecanduan, dan keinginan menyakiti diri sendiri.
Dia melakukannya setelah ayahnya bunuh diri pada tahun 2003, dan ingin cerita ayahnya meningkatkan kesadaran orang bayak tentang kesehatan mental. Dengan harapan bahwa akan semakin banyak orang-orang yang sadar akan pentingnya kesehatan mental seseorang.
Simbol semicolon pun di pakai dengan artian sang penulis itu adalah sang penderita yang akhirnya mencoba untuk melanjutkan kisah hidupnya dan memulai hidup baru. Sama persis seperti penulis novel yang ingin mengakhiri cerita yang mereka tulis, namun akhirnya memilih untuk melanjutkannya.
Cita-Cita yang Saya Impikan
Perkenalkan saya Fatara Audita Sugesti. Cita-cita saya adalah menjadi seorang Animator. Saya bersekolah di SMKN 2 Pangkalpinang, dan Saya mengambil jurusan Multimedia.
Alasan saya masuk ke jurusan ini, karena saya ingin mempelajari dasar-dasar dari jurusan yang berhubungan dengan kelebihan saya saat ini. Saya ingin memberikan pilihan lain pada diri saya sendiri, jika seandainya saya tidak dapat masuk ke jurusan yang saya inginkan di perkuliahan atau bidang pekerjaan yang saya inginkan, setidaknya saya masih memiliki opsi lain di luar bidang yang saya inginkan, namun masih berkaitan. Dan setidaknya saya sudah mengenal dasarnya terlebih dahulu materi yang akan saya pelajari di perkuliahan nanti, walaupun tentu saja pasti ada yang berbeda.
Kalau untuk kapan saya akan menyelesaikan pendidikannya, saya sendiri tidak bisa menjawabnya. Selama saya masih sanggup dan biayanya mencukupi, saya akan terus melanjutkannya sampai selesai.
Saya tidak akan bisa sampai ke jenjang SMK jika bukan karena dukungan fasilitas dari orang tua, yang membuat saya bisa belajar dengan nyaman dan layak. Tentu saja itu akan mendorong saya untuk belajar lebih giat hingga saya bisa terus lanjut belajar hingga sekarang.
Saya hanya bisa terus melanjutkan apa yang saya lakukan saat ini dengan baik, untuk mencapai apa yang saya inginkan. Dengan terus mengasah kemampuan saya dan mencoba untuk membuatnya lebih baik dan lebih baik lagi, hingga apa yang saya buat sampai orang-orang tidak akan menyangka bahwa saya membuatnya dengan tangan saya sendiri. Saya juga akan mencoba untuk keluar dari apa yang biasanya saya lakukan, dan mencoba hal baru dan bereksperimen, agar apa yang saya bisa tidak hanya sampai di sana saja. Dan saya melakukannya dengan mengikuti lomba-lomba yang menurut saya menarik untuk di coba.
Tentu saja saya menerima banyak penolakan dari lingkungan saya tentang cita-cita dan hobi saya, mereka mengatakan bahwa itu tidak akan menghasilkan apa-apa dan hanya membuang waktu saja. Mau bagaimana pun saya tidak akan bisa mengubah pandangan mereka sebelum saya membuktikannya kepada mereka.
Tentu saja ada orang-orang yang mendukung saya, dan itu membuat saya untuk terus melanjutkannya. Mereka membuat saya yakin dengan apa yang saya lakukan, memberi tahu saya bahwa itu hal yang bagus dan saya harus terus melanjutkannya. Mereka juga membantu saya untuk memperbaiki kebiasaan buruk saya saat menggambar, dan saya sangat berterimakasih untuk hal itu. Walaupun tentu saja terkadang, ada kalanya saya sedang benar-benar buruk dalam menggambar.
Jika cita-cita saya tercapai, saya berharap, saya bisa membuat berbagai animasi ataupun game yang menonjolkan indonesia kepada dunia luar. Tentu saja saya akan menganimasikan semua keberagaman Indonesia mulai dari legenda, budaya, sampai ke sejarahnya, membuat semua orang tertarik untuk mengenal Indonesia lebih dalam lagi, dan menambah film animasi dengan visual dan alur cerita berkualitas yang cocok untuk di tonton semua kalangan usia. Memenuhi layar kaca Indonesia dengan animasi buatan anak bangsa yang lebih berbobot.
Saya rasa itu saja yang bisa saya ceritakan tentang impian saya. Mungkin saya terdengar terlalu optimis atau ambisius dengan apa yang ingin saya capai. Walaupun begitu saya akan terus berusaha agar tujuan saya bisa tercapai.
Saya tidak pandai dalam memilih kalimat saran, jadi saya hanya akan menyampaikan apa yang selalu ada di kepala saya. Jangan terlalu merendahkan kemampuan diri sendiri hanya karena kalian merasa bahwa tidak ada kemampuan yang menonjol pada diri kalian, dan jangan terlalu merendah diri hanya karena omongan beberapa orang yang menyakitkan tentang kelebihan kalian. Mereka hanya iri dengan apa yang bisa kalian lakukan dan mereka tidak bisa melakukannya. Jika, kalian belum menemukan hal keahlian yang menonjol pada diri kalian, itu artinya kalian masih bisa mencoba banyak hal dan mungkin kalian sudah menguasai semuanya hingga kalian merasa tidak ada yang menonjol sama sekali pada diri kalian. Rendah diri boleh, tapi jangan meragukan kemampuan diri sendiri. Semua orang memiliki kelebihannya masing-masing dan tidak ada yang sama. Itu semua wajar, dan membuat kita saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Oh, ya satu lagi. Kalian tidak akan bisa membuat semua orang menyukai kalian, jadi lah diri kalian sendiri. Mau sebaik apapun kalian, dan seramah apapun kalian, pasti ada orang yang tidak suka kalian. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri sendiri untuk menyesuaikan diri dengan selera orang lain, jangan memaksakan diri kalian untuk menerima semua perkataan yang orang lain katakan kepada diri kalian, dan jangan mau di perbudak orang lain untuk melakukan hal yang tidak ingin kalian lakukan hanya karena kalian tidak ingin di benci. Itu semua hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga kalian. Kalian bisa menutup telinga kalian jika merasa apa yang di katakan orang itu akan menyakitkan kalian dan menjatuhkan kepercayaan diri kalian, kalian bisa menjauh dari orang yang membuat kalian tidak nyaman dan kalian bisa sesekali egois dan menolak permintaan orang lain untuk mengerjakan apa yang seharusnya kalian tidak kerjakan.
Kalian memiliki kendali pada diri kalian sendiri, jangan biarkan orang lain untuk mengendalikan pikiran, apa yang kalian lakukan dan apa yang kalian ingin lakukan.
Yak, Itu saja yang bisa saya sampaikan, walaupun agak keluar konteks. Tapi, saya harap itu tidak begitu menjadi masalah. Akhir kata, terima kasih sudah mampir dan membaca. Sekian terimakasih!